hakikat wanita shalihah …

Hakikat Wanita Shalihah ♥

 
“Wanita shalihah adalah sebaik-baik perhiasan dunia; kemuliaannya mengalahkan tumpukan emas, intan dan permata. Ia memiliki hati seperti embun yang merunduk tawadhu’ di pucuk-pucuk daun. Seperti karang yang berdiri tegar di antara derasnya arus kehidupan. Memiliki iman seperti  bintang, terang benderang menerangi kehidupan. Ia seperti sekuntum mawar yang datang dari surga; anggun di balik perisai ketegasan, cantik dalam balutan malu, berbinar dalam tunduknya pandangan mata. Ia lembut sekaligus tangguh, ia mempesona meski tak tersentuh, ia serahkan jiwa dan raga sepenuhnya kepada Sang Maha Pemilik Segala.”

(Shabrina Nida Al Husna)

Wanita shalihah.. Jika kita mendengar frasa ini, mungkin yang terbayang di benak kita adalah seorang wanita berkerudung, yang menggunakan jubah panjang sampai ujung kaki, bahkan yang menutup mukanya hingga yang terlihat hanyalah dua pasang matanya. Apakah benar itu yang dikatakan wanita shalihah? Seperti apakah kriteria wanita shalihah menurut Islam?

Jika kita menelaah kembali sejarah wanita sebelum Islam datang, di mana kedudukan wanita sangat rendah, bahkan sebuah keluarga dianggap hina jika melahirkan seorang bayi wanita.  Pada masa itu, wanita sama halnya seperti binatang yang menjijikan. Seorang ayah bahkan boleh menjualbelikan anak perempuannya, mengubur hidup-hidup anaknya dan yang lebih keji lagi para suami rela membagi istrinya dengan teman-temannya. Bisa kita bayangkan jika Islam tidak datang pada masa itu dan kebiasaan itu masih terjadi hingga masa kini?

Betapa pernyataan di atas sedikit menggambarkan kita bagaimana Islam menjaga, bahkan meninggikan harkat dan martabat wanita. Di dalam Al-Qur’an, sangat jelas Allah menggambarkan beberapa kriteria wanita shalihah menurut kacamata Islam, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. 30:21)

Jika kita tadabburi makna firman-Nya di atas, kita akan memahami bahwasanya keberadaan kaum wanita memiliki pengaruh dan manfaat yang sangat besar terhadap kaum pria. Di antara mereka terbentuk suatu timbal balik yang saling melengkapi satu sama lain. Maka, sangat tidak benar yang dikatakan bangsa-bangsa jahiliyah (sebelum datang Islam) bahwa keberadaan kaum wanita merupakan suatu musibah yang akan mendatangkan bencana. Karena secara akal sehat, tidak akan terlahir seorang pria tanpa adanya wanita. Karena setiap bayi yang terlahir ke dunia ini adalah berasal dari rahim yang dimiliki seorang ibu. Namun, bukan berarti dengan jasanya kaum wanita yang melahirkan, lantas ia selalu tergolong wanita shalihah. Melainkan, wanita shalihah yang tergolong dalam kategori Islam adalah wanita yang  mampu memposisikan dirinya pada setiap situasi dan kondisi kehidupan.

Taat kepada Allah merupakan hal yang sangat urgent yang harus dimiliki seorang wanita shalihah. Karena kecantikan hakiki seorang wanita dapat dilihat dari ketaatannya kepada Allah swt. Ketaatan kepada Allah dapat berupa keimanan dan mewujudkan keyakinannya dari segala tingkah lakunya. Taat terhadap semua aturan yang Dia tetapkan, segera menyadari kekhilafannya dengan bertaubat, rajin beribadah, berpuasa sunnah dan senantiasa menelaah ilmu-ilmu islam agar keimanannya selalu bertambah setiap saat.. Inilah cakupan yang amat menyeluruh dari kepribadian wanita shalihah.

Di dalam Al-Quran surat An-Nur ayat 30-31, betapa luar biasa Allah menggambarkan kriteria seorang wanita shalihah. Ia senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up-nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran…

Wanita shalihah juga sangat memperhatikan kualitas lisannya. Ia menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar sepenuhnya bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).

Wanita shalihah.. dengan cuma-cuma, ia memberi senyumnya pada dunia. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, tidak pada setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manisnya. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Dan keandilannya dalam bergaul menambah kecintaan orang lain padanya. Baginya, da’wah di semua kalangan adalah ibadah. Tak memandang apakah mereka membencinya atau tidak. Tapi ia, selalu tampak indah dengan ketulusan hatinya.

Wanita shalihah.. ia senang berfikir tentang lingkungan sekitarnya. Ia selalu berusaha mengambil hikmah dari setiap kejadian yang menimpanya. Ilmunya selalu bertambah seiring dengan rasa keingintahuannya. Ia selalu menebar inspirasi dari karya-karya nyatanya yang medunia. Ia tak pernah kalah dengan lelah, selalu tunduk dalam patuh. Menyerahkan seluruh jiwa raga dalam penghambaan yang utuh kepada Rabb-nya.

Wanita shalihah.. dengan rasa malu yang membingkai lakunya, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia kerap mempertimbangkan semua yang akan dilakukannya. Ia senantiasa berfikir dampak dari setiap tingkah lakunya. Hal ini ia lakukan untuk menjaga dan memelihara dirinya dari fitnah dan perbuatan yang tidak diridhai-Nya. Dengan ketegasannya dalam mengambil keputusan, ia tunjukkan jati dirinya yang sebenarnya. Dengan ketundukan hatinya pada Rabb Pemilik Semesta, ia pancarkan dalam tundukkan pandangannya pada yang diharamkan..

Wanita shalihah.. ia yang membuat bidadari surga cemburu karena kecantikan akhlaknya.. ia membuat jutaan laki-laki ingin memilikinya karena kelembutan hatinya dan ketegasannya dalam bersikap. Ia yang membuat seorang wanita separuh baya merasa bahagia memiliki aset istimewa yang dapat melahirkan generasi-generasi terbaiknya..

“Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya..” (QS. Ar-Rahman(55): 56)

Maka wanita shalihah adalah dirimu.. yang siap melakukan perubahan besar ke arah yang lebih baik. Yang siap menunjukkan karya-karya nyatanya pada dunia. Yang siap menginspirasi karena akhlaknya yang indah. Yang siap mengabdikan seluruh hidupnya untuk Allah. Yang tak pernah kalah dengan lelah, sampai kemenangan Islam berhasil diraihnya, atau syahid menjadi penghujung pengembaraannya di dunia..

—-semoga bermanfaat :)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s